Rabu, 14 Maret 2012

Dengarkan jeritan kami

(untitled)
Kami bukan lagi
bunga pajangan
yang layu dalam jambangan.
Cantik dalam menurut
indah dalam menyerah
molek tidak menentang
ke neraka mesti mengikut
ke sorga hanya menumpang.
Kami bukan juga
bunga tercampak
dalam hidup terinjak-injak.
Penjual keringat murah
buruh separuh harga
tiada perlindungan
tiada persamaan,
sarat dimuati beban.
Kami telah berseru
dari balik dinding pingitan
dari dendam pemaduan
dari perdagangan di lorong malam
dari kesumat kawin paksaan:
"Kami manusia"
Sugiarti, 1962

Tidak ada komentar:

Posting Komentar