Balada Negeri Ini
Pejabat:
Rakyatku ulurkan
kepala kalian untukku
Akan ku susun
untuk sebagai tangga
menuju Istana kemegahanku
Percayalah setelah
aku sampai diatas akan ku ulurkan tanganku
Akan ku ajak
kalian bersamaku tertawa didalamnya,istanaku
Rakyat :
Pemimpinku… itu
yang selalu diucapkan manusia sejenismu
Tapi setelah
sampai di atas kalian berpaling kepada kami dan tersenyum
Tersenyum setelah
meludah kepada gundul-gundul yang pernah menjadi anak tanggamu ini.
Kami yang haus
karenamu apakah harus menelan ludahmu itu?
Pejabat:
Janganlah begitu
rakyatku sayang……..
Kalian adalah
segalanya bagiku.
Tahukah kalian,
aku berjuang mati-matian di mata internasional untuk kalian.
Ku pinjamkan uang
sana-sini agar kalian bisa makan.
Agar kalian selalu
kuat untuk ku injak.
Rakyat:
Ya…kami sangat
paham itu.
Kami adalah
segalanya bagimu
Karena keringat
kami kau peras
Kau nikmati
layaknya madu bagimu
Tulang kami adalah
tiang bagi kekuasaanmu
Dan atas nama
kemiskinan kami, kau seret Negara ini ke
perangkap neo-kolonialisme
Pejabat:
Janganlah berucap
seperti itu
Tidakkah kalian
rasakan saat bencana menimpa kalian.
Siapa yang
memberikan ganti rugi untuk kalian?
Dan aku selalu
ikhlas menjadi sibuk mengurus kalian
Ikhlas jika kalian
selalu dalam kemiskinan
Rakyat:
Brengsek….
Kami tidak miskin.
Negara ini sangat
kaya…tidakkah kau membuka matamu!
Bencana itu
hanyalah bentuk perjuangan alam.
Ia berjuang
sendiri untuk meyelamatkan diri dari perkosaan kapitalis
Alam berjuang
sendiri
Karena manusia
yang miskin hati seperti kalian tak pernah peduli
Dan satu-satunya
kemiskinan kami adalah miskin pemimpin yang punya hati nurani
Kau bohong dimata
dunia bahwa negeri ini miskin.
Kebohonganmu itu adalah
bentuk terbesar penjajahanmu.
Cuih …kami
kembalikan ludah busukmu itu.
Written
by: Abtiq Mutma

Tidak ada komentar:
Posting Komentar