Sabtu, 07 April 2012

Puisi dari rakyat


Balada Negeri Ini
Pejabat:
Rakyatku ulurkan kepala kalian untukku
Akan ku susun untuk sebagai tangga 
menuju Istana kemegahanku
Bukankah sering ku dendangkan kisah yang sangat indah tentangnya
Percayalah setelah aku sampai diatas akan ku ulurkan tanganku
Akan ku ajak kalian bersamaku tertawa didalamnya,istanaku


Rakyat :
Pemimpinku… itu yang selalu diucapkan manusia sejenismu
Tapi setelah sampai di atas kalian berpaling kepada kami dan tersenyum
Tersenyum setelah meludah kepada gundul-gundul yang pernah menjadi anak tanggamu ini.
Kami yang haus karenamu apakah harus menelan ludahmu itu?
Pejabat:
Janganlah begitu rakyatku sayang……..
Kalian adalah segalanya bagiku.
Tahukah kalian, aku berjuang mati-matian di mata internasional untuk kalian.
Ku pinjamkan uang sana-sini agar kalian bisa makan.
Agar kalian selalu kuat untuk ku injak.
Rakyat:
Ya…kami sangat paham itu.
Kami adalah segalanya bagimu
Karena keringat kami kau peras
Kau nikmati layaknya madu bagimu
Tulang kami adalah tiang bagi kekuasaanmu
Dan atas nama kemiskinan kami, kau seret  Negara ini ke perangkap neo-kolonialisme
Pejabat:
Janganlah berucap seperti itu
Tidakkah kalian rasakan saat bencana menimpa kalian.
Siapa yang memberikan ganti rugi untuk kalian?
Dan aku selalu ikhlas menjadi sibuk mengurus kalian
Ikhlas jika kalian selalu dalam kemiskinan
Rakyat:
Brengsek….
Kami tidak miskin.
Negara ini sangat kaya…tidakkah kau membuka matamu!
Bencana itu hanyalah bentuk perjuangan alam.
Ia berjuang sendiri untuk meyelamatkan diri dari perkosaan kapitalis
Alam berjuang sendiri
Karena manusia yang miskin hati seperti kalian tak pernah peduli
Dan satu-satunya kemiskinan kami adalah miskin pemimpin yang punya hati nurani
Kau bohong dimata dunia bahwa negeri ini miskin.
Kebohonganmu itu adalah bentuk terbesar penjajahanmu.
Cuih …kami kembalikan ludah busukmu itu.
                                                                                    Written by: Abtiq Mutma

Tidak ada komentar:

Posting Komentar